Sejarah SMAN 1 Cikarang Pusat

Model 4

SMA NEGERI 1 CIKARANG PUSAT Kabupaten Bekasi sebagai salah satu unit pelaksana teknis dari sistem pendidikan nasional, memiliki tujuan untuk mendidik murid menjadi manusia pembangunan seutuhnya, dengan visi : Mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa, unggul, terampil, kreatif. Inovatif, dan responsive terhadap perubahan local dan global.Diimplementasikan didalam misi : 1) Menumbuhkembangkan penghayatan keimanan dan ketaqwaan setiap warga sekolah menjadi sumber kearifan dalam berfikir dan bertindak; 2) Melaksanakan proses pembelajaran serta bimbingan secara efektif dan efisien ; 3)Memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengembangkan diri sehingga memiliki kemampuan dan kreativitas yang optimal ; 4) Mengelola sumber daya sekolah dengan baik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif untuk mencapai peningkatan mutu peserta didik ; 5) Memberdayakan personil sekolah menjadi personil yang profesional, kompeten dan berdedikasi tinggi

Dalam era globalisasi seperti sekarang bahasa Inggris memegang peranan penting dalam komunikasi internasional baik dalam bidang pembangunan, teknologi, ekonomi, maupun pendidikan. Sejalan dengan arus globalisasi kebutuhan akan kemampuan berbahasa Inggris semakin terasa. Hal ini disadari sepenuhnya oleh SMA Negeri 1 Cikarang Pusat sebagai sekolah yang terletak berdampingan dengan salah satu kawasan industri terbesar di Cikarang, Kawasan Industri Jababeka.

Guna mempersiapkan siswa/i-nya dalam menghadapi globalisasi, SMA Negeri 1 Cikarang Pusat sejak tahun pelajaran 2011/2012 ini mulai membuka kelas bilingual. Dibukanya kelas bilingual ini diharapkan dapat menunjang dalam usaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya dalam bidang matematika dan sains. Seperti yang diungkapkan oleh Drs. Dadan Hendarman selaku Kepala SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, “ Sekolah kami berusaha mempersiapkan siswa/I kami dalam persaingan secara global, salah satunya adalah dengan membuka Kelas Bilingual. Kelas Bilingual ini lebih menekankan kepada peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya di bidang Matematika dan Sains. Selain itu kami juga memberikan tambahan dalam penggunaan IT dalam proses pembelajaran.”

Kelas bilingual SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, yang baru dimulai awal tahun pelajaran ini, telah menampung 120 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar. Siswa/I yang berada di kelas bilingual ini melaksanakan full day school, mereka belajar mulai dari pkl. 07.00 sampai dengan pukul 15.15. Struktur kurikulum bagi kelas bilingual sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kelas yang lain. Siswa/I kelas bilingual mendapatkan tambahan sebanyak jam pelajaran, dengan rincian, 2 jam tambahan untuk enghish conversation, 2 jam tambahan untuk matematika, masing-masing 1 jam tambahan untuk sains (kimia, fisika, biologi, dan ekonomi), serta 1 jam tambahan untuk TIK. Jam tambahan yang diberikan tersebut, menurut Drs. Dadan Hendarman, diberikan sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan awal pendirian kelas bilingual, yaitu guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris khususnya bidang matematika dan sains.

Selain berbeda dalam struktur kurikulumnya, kelas bilingual ini juga sedikit berbeda dalam proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, kecuali pada pelajaran bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa pengantar ini tentunya menuntut peningkatan kemampuan berbahasa Inggris guru SMA Negeri 1 Cikarang Pusat. Hal ini disikapi dengan pemberian kursus English conversation dan test TOEFL bagi guru kelas bilingual.

Kelas bilingual SMA Negeri 1 Cikarang Pusat juga memiliki program khusus bagi siswa/i-nya. Program-program tersebut antara lain, test TOEFL berkelanjutan yang sudah dilaksanakan pada bulan oktober 2011 yang lalu. Test TOEFL ini akan dilaksanakan pada setiap jenjang guna mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris siswa. Program yang kedua adalah fields trip. Program ini dilaksanakan setiap satu semester sekali. Fields trip pertama yang dilaksanakan oleh kelas bilingual SMA Negeri 1 Cikarang Pusat adalah mengunjungi Institut Pertanian Bogor dan pabrik pembuatan salah satu minuman ion di Bogor. Kegiatan ini dilakukan guna membuka wawasan keilmuan siswa, sehingga siswa tahu dan menyadari bahwa semua ilmu yang dipelajarinya di sekolah akan teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Program kelas bilingual SMA Negeri 1 Cikarang Pusat dalam waktu dekat adalah kegiatan sosialisasi kelas bilingual ke SMP/MTs baik swasta maupun negeri di wilayah sekitar SMA Negeri 1 Cikarang Pusat. Kegiatan ini dilakukan berkaitan dengan proses penerimaan siswa baru untuk kelas bilingual. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret 2012, demikian disampaikan oleh Ropiqoh, S.Pd selaku penanggung jawab kelas bilingual SMA Negeri 1 Cikarang Pusat. Dengan kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat mengetahui bahwa di SMA Negeri 1 Cikarang Pusat juga telah dibuka kelas bilingual.

Selain memiliki struktur kurikulum dan kegiatan yang berbeda, kelas bilingual juga memiliki fasilitas ruang kelas yang berbeda. Ini dilakukan guna menunjang proses pembelajaran di kelas bilingual. Ruang kelas bilingual memiliki sarana infokus dan sreen yang permanen. Sehingga guru yang ingin menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan alat bantu in focus, bisa langsung memanfaatkannya. Selain itu, guna mendapatkan suasana yang kondusif karena siswa belajar full day, kelas bilingual dilengkapi dengan pendingin (AC). Masing-masing kelas memiliki dua buah AC. Fasilitas wifi guna memperlancar browsing sebagai penunjang sarana belajar juga dapat dengan mudah digunakan di ruang kelas bilingual. Selain fasilitas tambahan di atas, seperti halnya siswa SMA Negeri 1 Cikarang Pusat yang lain, siswa kelas bilingual juga dapat menggukan fasilitas sekolah seperti perpustakaan, laboratorium computer, dan laboratorium IPA sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran.

H. Royalih berharap, kelas CI yang dirintis tahun 2011/2012 ini kedepan akan semakin berkembang dan semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai salah satu sarana mendidik generasi penerus bangsa dan mempersiapkannya guna menghadapi globalisasi.